Sampurasun! Awalan atau prefiks dalam bahasa Sunda disebut rarangken hareup. Arti kata rarangken adalah imbuhan atau afiks. Rarangken yaitu morfem kauger atau morfem terikat yang diimbuhkan dan menempel pada morfem dasar dan mempunyai arti gramatikal. Berdasarkan dari posisinya dalam morfem dasar, rarangken terbagi atas 5 macam, yaitu: Rarangken hareup (awalan atau prefiks). Rarangken tengah (sisipan atau infiks). Rarangken tukang (akhiran atau sufiks). Rarangken barung (barungan atau konfiks). Rarangken bareng (gabungan atau ambifiks). Rarangken hareup dapat dibagi lagi menjadi nasal atau awalan huruf hidung dan awalan biasa. Awalan huruf hidung yaitu N-. Awalan N- dapat berubah-ubah bunyi bergantung pada huruf yang dihadapinya. Kata yang sudah ditambah rarangken disebut kecap rundayan atau kata turunan. Kata yang dibangun oleh dua morfem atau lebih disebut juga kecap rekaan. Adapun kata yang dibangun oleh Rarangken Hareup atau Awal...
Sampurasun! Sisipan atau infiks dalam bahasa Sunda di sebut rarangken tengah atau seselan. Rarangken tengah diseselkeun atau disisipkan di tengah morfem dasar. Jumlah rarangken tengah tidak banyak seperti rarangken hareup. Rarangken tengah hanya ada tiga macam, yaitu -ar- atau -al-, -in-, dan -um-. Contoh penerapannya dalam kata adalah sebagai berikut. Rarangken Tengah Contoh Kata Artinya -ar- Baca → B ar aca Baca (oleh semua) Budak → B ar udak Anak-anak Diuk → D ar iuk Pada duduk Nginum → Ng ar inum Pada minum Nyanyi → Ny ar anyi Pada bernyanyi Jajan → J ar ajan Pada jajan -al- Dahar → D al ahar Pada makan Leumpang → L al eumpang Pada berjalan Ngalieuk → Ng al alieuk Pada melirik Lieur → L al ieur Pusing ...
Komentar
Posting Komentar