Memuat…
Postingan populer dari blog ini
Contoh Rarangken Hareup atau Awalan dalam Bahasa Sunda
Sampurasun! Awalan atau prefiks dalam bahasa Sunda disebut rarangken hareup. Arti kata rarangken adalah imbuhan atau afiks. Rarangken yaitu morfem kauger atau morfem terikat yang diimbuhkan dan menempel pada morfem dasar dan mempunyai arti gramatikal. Berdasarkan dari posisinya dalam morfem dasar, rarangken terbagi atas 5 macam, yaitu: Rarangken hareup (awalan atau prefiks). Rarangken tengah (sisipan atau infiks). Rarangken tukang (akhiran atau sufiks). Rarangken barung (barungan atau konfiks). Rarangken bareng (gabungan atau ambifiks). Rarangken hareup dapat dibagi lagi menjadi nasal atau awalan huruf hidung dan awalan biasa. Awalan huruf hidung yaitu N-. Awalan N- dapat berubah-ubah bunyi bergantung pada huruf yang dihadapinya. Kata yang sudah ditambah rarangken disebut kecap rundayan atau kata turunan. Kata yang dibangun oleh dua morfem atau lebih disebut juga kecap rekaan. Adapun kata yang dibangun oleh Rarangken Hareup atau Awal...
Paribasa Sunda jeung Hartina
Sampurasun baraya ! Postingan ini berisi daftar peribahasa atau paribasa Sunda dan artinya. Paribasa adalah untaian kata sebagai perumpamaan perilaku yang memiliki makna kiasan yang sudah jelas. Katakata dalam paribasa Sunda biasanya lebih banyak atau lebih panjang jika dibandingkan dengan babasan. Paribasa Sunda dan artinya berawalan huruf A Abang-abang lambé nyaéta alus omongan ukur dina biwir wungkul, henteu sarua jeung dina haté. Artinya adalah bagus kata-kata di bibir saja, tidak sesuai dengan hati. Abis bulan abis uang nyaéta béak bulan béak gajih, pas-pasan teu nyesa keur bulan hareup. Artinya habis bulan habis pula uang/penghasilan. Tapi habis bulan habis gaji masih mending daripada pertengahan bulan atau akhir bulan gaji sudah habis. Abong biwir teu diwengku, abong létah teu tulangan nyaéta ngomong sakarepna atawa ngomong jangji engab. Artinya berbicara senaknya tanpa dipikirkan akibatnya. Adam lali ...
Komentar
Posting Komentar